Bekasi - Di tengah ketatnya industri manufaktur otomotif, keputusan keuangan perusahaan dapat menentukan arah bisnis bernilai miliaran rupiah. Karena itu, tidak banyak profesional muda yang mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam penyusunan analisis keuangan, perencanaan anggaran, hingga pengendalian perpajakan perusahaan. Kesempatan tersebut berhasil diraih Anggun Paramita Jasirman, alumni Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UM Indonesia (UNISMA Bekasi) angkatan 2017 yang kini menjabat sebagai Senior Staff Finance, Accounting, and Tax di PT Bonecom Tricom Group. Perusahaan tersebut merupakan pemasok komponen otomotif Tier 1 dan Tier 2 bagi berbagai Original Equipment Manufacturer (OEM), dengan fasilitas produksi di sejumlah kawasan industri di Jawa Barat dan Jawa Tengah serta melayani pasar domestik maupun internasional.
Perjalanan Anggun menuju posisi tersebut tidak terjadi dalam semalam. Sejak menjadi mahasiswa, ia dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun organisasi. Baginya, kuliah bukan sekadar mengejar nilai, melainkan kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun relasi, dan mengasah keterampilan yang akan dibutuhkan di dunia kerja.
Semangat itu membawanya mewakili kampus dalam ajang MoonSonSIM yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia pada 2019. Bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi, Anggun berhasil membawa nama kampus masuk dalam jajaran 10 besar nasional. Di tahun yang sama, ia juga meraih prestasi dalam kompetisi proposal bisnis tingkat fakultas. Tidak berhenti di sana, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAK), mulai dari menjadi bendahara hingga dipercaya menjabat sebagai Ketua HIMAK pada 2020.
Namun, amanah tersebut datang bersamaan dengan munculnya pandemi Covid-19. Hampir seluruh aktivitas kampus harus dilakukan secara daring. Bagi sebagian mahasiswa, kondisi tersebut menjadi hambatan besar dalam proses belajar. Anggun memilih melihatnya dari sudut pandang berbeda.
"Pandemi menjadi tantangan terbesar saat kuliah. Tetapi kondisi itu justru melatih kemampuan problem solving, komunikasi, dan membuat saya lebih aktif mencari ilmu melalui berbagai pelatihan maupun media internet," ungkapnya.
Kebiasaan untuk terus belajar itu kemudian membuka jalan menuju dunia profesional. Saat masih menyelesaikan skripsi, Anggun memutuskan untuk menambah pengalaman dengan bekerja sebagai Junior Consultant di sebuah Kantor Akuntan Publik. Kesempatan tersebut membawanya menangani berbagai klien, termasuk PT Bonecom Tricom Group.
Pada Juli 2021, ia ditugaskan sebagai konsultan akuntansi dan perpajakan untuk perusahaan tersebut. Kemampuannya dalam menganalisis laporan keuangan dan menyelesaikan berbagai persoalan perusahaan membuat kinerjanya mendapat perhatian manajemen. Tidak lama setelah lulus pada November 2021, Anggun menerima tawaran untuk bergabung secara langsung sebagai bagian dari tim internal perusahaan.
Kepercayaan yang diberikan perusahaan terus bertambah seiring waktu. Berkat konsistensi kinerja dan kemampuannya dalam mengelola berbagai aspek keuangan perusahaan, ia diangkat menjadi karyawan tetap pada 2023 dan kemudian dipercaya menduduki posisi Senior Staff Finance, Accounting, and Tax. Dalam perannya saat ini, Anggun bertanggung jawab menyiapkan dan menganalisis laporan keuangan, menyusun perencanaan anggaran, melakukan pengendalian budget, serta memastikan pengelolaan perpajakan perusahaan berjalan optimal.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika dipercaya oleh jajaran manajemen hingga tingkat top management untuk memberikan analisis keuangan yang menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Kepercayaan tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi seorang profesional muda yang baru beberapa tahun memasuki dunia kerja.
Di balik pencapaiannya saat ini, Anggun menilai bahwa bekal yang diperoleh selama kuliah di Fakultas Ekonomi UM Indonesia memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya. Menurutnya, sebagian besar ilmu yang dipelajari di bangku kuliah masih sangat relevan dengan pekerjaan yang dijalaninya saat ini.
"Sekitar 90 persen ilmu dari universitas sangat terkait dengan pekerjaan saya sekarang. Yang berbeda hanya implementasi teknis di lapangan yang harus terus dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan," jelasnya.
Bagi Anggun, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Ia meyakini bahwa sikap, kemauan belajar, kemampuan berkomunikasi, dan relasi yang baik menjadi faktor penting yang dapat membuka banyak peluang.
"Perhatikan attitude karena itu nomor satu. Terus belajar, jangan cepat merasa puas, bangun relasi yang baik, ikuti sertifikasi dan pelatihan, serta asah kemampuan komunikasi dan public speaking," pesannya kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi UM Indonesia yang ingin berkarier di perusahaan besar.
Kisah Anggun menunjukkan bahwa kesuksesan karier tidak lahir dari keberuntungan semata. Dari ruang organisasi kampus hingga ruang rapat perusahaan manufaktur otomotif nasional, ia membuktikan bahwa konsistensi belajar, keberanian mengambil peluang, dan kemauan untuk terus berkembang dapat menjadi modal besar untuk menembus dunia industri yang kompetitif.
Abidin Nurfaizi - Ratih Firdiyah (ed)
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
