IPK 3,94, Fathia Anggita Maharani Dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Sastra Inggris UM Indonesia

Bekasi — Fathia Anggita Maharani, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris angkatan 2022 Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID), meraih predikat Lulusan Terbaik Program Studi Sastra Inggris dengan IPK 3,94 pada Yudisium Fakultas Keguruan, Sastra, dan Bahasa (FKSB) UM Indonesia (UM.ID)  yang dilaksanakan pada 13 Agustus 2026 di Gedung L UM Indonesia (UM.ID). Capaian tersebut menjadi buah dari konsistensi Fathia dalam menjaga prestasi akademik selama menjalani perkuliahan, di tengah kesibukannya bekerja dan aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. 

Bagi Fathia, pencapaian tersebut bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Sejak menjalani perkuliahan, ia berupaya menjaga konsistensi akademik dan tidak hanya belajar ketika menghadapi ujian. Ia memiliki target pribadi untuk mempertahankan prestasi dan menyelesaikan pendidikan dengan sebaik mungkin.

“Motivasi terbesar saya sebenarnya cukup sederhana, saya ingin memberikan hasil terbaik dari apa yang saya kerjakan. Saya juga punya target pribadi untuk mempertahankan nilai dan menyelesaikan kuliah dengan sebaik mungkin,” ujar Fathia.

Perjalanan Fathia dalam menyelesaikan studi juga tidak terlepas dari tantangan membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Sejak 2025, ia telah bekerja di Cambridge School of English dan LFI ketika masih berstatus sebagai mahasiswa. Kondisi tersebut membuat kemampuan menentukan prioritas dan mengelola waktu menjadi bagian penting dalam kesehariannya.

Fathia memilih menyelesaikan pekerjaan berdasarkan tingkat prioritas dan berusaha menghindari kebiasaan menunda. Baginya, satu pekerjaan yang ditunda berpotensi membuat pekerjaan berikutnya ikut menumpuk.

Dalam menjaga performa akademik, Fathia tidak menerapkan metode belajar yang rumit. Ia terbiasa mencatat materi menggunakan spidol berwarna cerah dengan teknik journaling, kemudian berusaha memahami materi secara menyeluruh. Ia juga membiasakan diri mengerjakan tugas lebih awal agar pekerjaan tidak menumpuk.

Menurutnya, keberhasilan akademik bukan semata-mata ditentukan oleh lamanya waktu belajar, melainkan oleh konsistensi dan kemampuan memahami materi yang dipelajari.

Salah satu pengalaman perkuliahan yang paling berkesan bagi Fathia adalah mata kuliah Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL). Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik melalui simulasi mengajar.

Pengalaman tersebut membuat Fathia memahami bagaimana menyampaikan materi kepada orang lain sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran berbasis praktik itu juga membantunya mengembangkan kemampuan komunikasi dan penyampaian materi secara lebih efektif.

Tidak hanya berfokus pada akademik, Fathia juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Ia tergabung dalam HIMATRIS (Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris) dan dipercaya menjalankan tanggung jawab sebagai bendahara. Ia juga beberapa kali terlibat dalam kepanitiaan dan berbagai kegiatan mahasiswa.

Menurut Fathia, pengalaman organisasi dan kegiatan di luar kelas memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa, khususnya dalam hal tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan manajemen waktu.

Selama menempuh pendidikan di Sastra Inggris UM Indonesia (UM.ID), sejumlah kemampuan juga berkembang secara signifikan dalam dirinya. Selain kemampuan berbahasa Inggris, Fathia merasakan perkembangan dalam aspek komunikasi, berpikir kritis, dan manajemen waktu. Proses perkuliahan yang melibatkan presentasi, penyampaian pendapat, analisis isu, hingga penelitian menjadi bagian dari proses tersebut.

Capaian sebagai lulusan terbaik juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Fathia menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan selama masa studi. Ia juga berterima kasih kepada para dosen yang telah membimbingnya dalam proses perkuliahan hingga penyelesaian skripsi, serta teman-teman yang menjadi bagian dari perjalanan akademiknya.

“Meskipun predikatnya saya yang menerima, proses untuk sampai ke titik ini tentu tidak saya jalani sendirian,” ungkap Fathia.

Prestasi Fathia menjadi gambaran bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya dibangun melalui kemampuan akademik, tetapi juga melalui konsistensi, pengalaman organisasi, kemampuan mengelola waktu, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan selama proses pendidikan.

Bagi Program Studi Sastra Inggris, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus menciptakan lingkungan akademik yang mendukung mahasiswa berkembang secara optimal. Sementara bagi UM Indonesia (UM.ID), keberhasilan Fathia menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam memperkuat budaya akademik dan mendorong lahirnya lulusan yang kompeten, aktif, dan siap menghadapi dunia profesional.

Setelah menyelesaikan pendidikan di UM Indonesia (UM.ID), Fathia berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan yang telah diperolehnya selama kuliah sekaligus mencari pengalaman profesional. Ia juga berpesan kepada mahasiswa Sastra Inggris yang masih menjalani proses studi agar tidak terlalu sibuk membandingkan perjalanan mereka dengan orang lain.

“Setiap orang punya waktunya masing-masing. Yang penting, tetap konsisten, jangan takut menghadapi proses yang sulit, dan selesaikan apa yang sudah dimulai sebaik mungkin,” pesannya.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat UM Indonesia (UM.ID) dalam mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. (*) Nasywa Fadya - Ratih Firidyah Humas UM Indonesia