Atlet Angkat Besi UM Indonesia Borong Medali Emas di Kejuaraan Nasional

Bekasi – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Semester 4 Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia), Raihan Adesta Putra kembali mengharumkan nama almamater dengan meraih tiga medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Youth and Junior 2026 yang diselenggarakan di Semarang. Raihan juga dinobatkan sebagai The Best Lifter, penghargaan tertinggi bagi atlet dengan performa terbaik sepanjang kejuaraan.

 

Raihan tampil impresif di kelas 75 kilogram putra remaja dengan membukukan angkatan 147 kilogram pada nomor snatch, 172 kilogram pada nomor clean and jerk, serta total angkatan 319 kilogram. Berkat penampilan gemilang tersebut. Prestasi tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan bagi UM Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di level nasional. Konsistensi dan kerja keras yang ditunjukkan Raihan sepanjang pertandingan membawanya mendominasi kelas yang diikuti serta mengukuhkan posisinya sebagai salah satu atlet angkat besi muda terbaik Indonesia.

 

Di balik keberhasilannya, Raihan mengungkapkan bahwa perjalanan menjadi atlet angkat besi telah dimulai sejak usia dini. Kecintaannya terhadap olahraga ini tumbuh berkat dukungan keluarga.


"Saya mulai angkat besi sejak usia delapan tahun mengikuti papah. Dari situlah saya mulai menekuni olahraga ini hingga sekarang," ujar Raihan.

 

Perjalanan kariernya terus menunjukkan perkembangan yang positif. Setelah mengukir berbagai prestasi di tingkat nasional, Raihan mendapat kesempatan bergabung dengan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Sejak awal tahun 2025, ia resmi dipanggil untuk menjalani pembinaan dan dipercaya mewakili Indonesia pada sejumlah kejuaraan internasional.

 

"Saya mengikuti Pelatnas di awal tahun 2025 setelah berhasil meraih prestasi di tingkat nasional. Dari sana, saya mengikuti Kejuaraan Nasional Senior sebagai seleksi menuju ajang internasional, kemudian mendapat kesempatan mewakili Indonesia pada IWF World Championships 2025 di Peru dan Asian Weightlifting Championships di Kazakhstan," tutur Raihan.

6289534633955234541

Di tengah kesibukannya sebagai atlet nasional, Raihan tetap mampu menjalankan perkuliahan dengan baik. Menurutnya, dukungan dari lingkungan kampus, khususnya para dosen, menjadi salah satu faktor penting yang membantunya menyeimbangkan antara pendidikan dan latihan.


"Tidak ada yang sulit dalam membagi waktu antara kuliah dan menjadi atlet karena dosen-dosen di sini sangat membantu. Semua sangat fleksibel dengan waktu saya. Happy lah pokoknya kuliah di sini," ungkapnya.

 

Raihan berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda yang ingin tetap melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan karier olahraga.


"Jangan takut kuliah karena waktu bisa kita bagi. Tetap semangat mengejar prestasi sampai juara dunia. Buat teman-teman atlet yang masih bingung mau kuliah di mana, ayo kuliah di Universitas Muhammadiyah Indonesia karena kuliahnya fleksibel, nyaman, dan tetap mendukung atlet untuk berprestasi," pesannya.

 

Prestasi Raihan Adesta Putra menjadi bukti bahwa komitmen, disiplin, dan kerja keras mampu mengantarkan mahasiswa meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilannya sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Indonesia dalam mendukung mahasiswa untuk berkembang secara akademik maupun nonakademik melalui lingkungan belajar yang adaptif, fleksibel, dan mendukung pengembangan potensi setiap individu, termasuk mahasiswa berprestasi di bidang olahraga. (*)

Nasywa Fadya - Ratih Firdiyah
Humas UM Indonesia