Bekasi – Yudisium Program Studi Psikologi Universitas
Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID) yang diselenggarakan
pada Rabu (5/8/2026) di Gedung L Ruang Seminar tidak hanya menjadi penanda
kelulusan para mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif dari
lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yakni 3,99. Melalui
penelitian bertajuk "Kelekatan Hewan Peliharaan terhadap Kesejahteraan
Psikologis melalui Dukungan Sosial yang Dirasakan pada Dewasa Awal",
mahasiswa tersebut mengangkat fenomena yang semakin relevan di tengah
masyarakat modern, yakni bagaimana hubungan emosional dengan hewan peliharaan
dapat berkontribusi terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis
individu pada fase dewasa awal.
Penelitian
tersebut dilakukan oleh Choirun Nisa yang melihat fenomena meningkatnya
kedekatan manusia dengan hewan peliharaan, khususnya kucing, di berbagai
platform media sosial. Ketertarikan terhadap fenomena tersebut mendorong Choirun Nisa mengkaji hubungan antara kelekatan hewan peliharaan dan
kesejahteraan psikologis pada dewasa awal.
Menurut
Choirun Nisa, pemilihan responden dewasa awal juga didasarkan pada tingginya
tingkat stres yang dialami kelompok usia tersebut. Di sisi lain, berbagai
survei menunjukkan bahwa hewan peliharaan, terutama kucing, mampu memberikan
manfaat psikologis seperti membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan suasana
hati.
"Melalui
penelitian ini, saya ingin melihat apakah kelekatan hewan peliharaan dan
dukungan sosial yang dirasakan memang berkaitan dengan kesejahteraan
psikologis. Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi tambahan informasi
bahwa hewan peliharaan bisa menjadi salah satu sumber dukungan emosional yang
membantu menjaga kesehatan mental," ujarnya.
Dalam penelitiannya, Choirun Nisa memfokuskan kajian pada dewasa awal yang mengalami tingkat stres parah hingga sangat parah. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring dengan tahapan penyaringan (screening) menggunakan skala DASS sebelum responden mengisi instrumen penelitian secara lengkap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang dirasakan tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kelekatan hewan peliharaan dengan kesejahteraan psikologis. Temuan tersebut justru memperlihatkan bahwa dukungan sosial memiliki jalurnya sendiri dalam memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan psikologis seseorang.
Temuan tersebut memperkuat bahwa hubungan yang baik dengan hewan peliharaan dapat menjadi salah satu sumber kenyamanan emosional. Namun, keberadaan dukungan dari keluarga, teman, maupun lingkungan sosial tetap memiliki peran penting dalam membantu individu menghadapi berbagai tekanan hidup.
Selain berhasil menyelesaikan penelitian dengan hasil yang menarik, Choirun Nisa juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Studi Psikologi dengan IPK 3,99. Ia mengungkapkan bahwa konsistensi menjadi salah satu kunci keberhasilannya selama menjalani perkuliahan.
"Kalau menurut saya, kunci sederhananya adalah mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Selama kuliah saya juga berusaha konsisten mengerjakan tugas sesuai arahan dosen, tepat waktu, dan tidak menunda pekerjaan," katanya.
Yudisium Program Studi Psikologi Tahun Akademik 2025/2026 menjadi penanda selesainya perjalanan akademik sebelum mengikuti prosesi wisuda. Capaian lulusan terbaik dengan IPK 3,99 sekaligus mencerminkan kualitas proses pembelajaran yang dijalankan Program Studi Psikologi UM Indonesia (UM.ID) dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. (*)
Nasywa Fadya - Ratih Firdiyah
Humas UM Indonesia
