Usai Dalami Pembinaan Atlet dan Anti-Doping, Mahasiswa PJKR UM Indonesia Ditempa Praktisi Nasional

Bekasi – Setelah mempelajari sistem pembinaan atlet di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta dan mendalami edukasi anti-doping bersama Indonesia Anti-Doping Organization (IADO), mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID) menutup rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2026 melalui Stadium General bertajuk Shaping the Future of Sport: Prestasi, Integritas, dan Profesionalisme. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran lapangan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia olahraga nasional.

Rangkaian KKL diawali dengan kunjungan akademik ke PPOP DKI Jakarta, tempat mahasiswa mempelajari secara langsung sistem pembinaan atlet usia muda, mulai dari proses pencarian bakat (talent scouting), metode pembinaan prestasi, hingga tata kelola pusat pelatihan yang berkelanjutan. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti edukasi anti-doping bersama IADO untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya olahraga yang bersih, jujur, dan berintegritas sesuai standar internasional.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Stadium General menghadirkan tiga narasumber yang merupakan praktisi nasional di bidang olahraga, yakni Muhammad Islah Shalihudin, S.Or., Pelatih SC Karate, Gatot S. Dewa Broto, Ketua Umum Indonesia Anti-Doping Organization (IADO), serta Suharyanto, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal IADO. Ketiganya membahas tantangan sekaligus peluang pengembangan olahraga Indonesia, mulai dari sistem pembinaan atlet, tata kelola organisasi olahraga yang profesional, hingga pentingnya membangun budaya sportivitas melalui penerapan prinsip-prinsip anti-doping.

IMG_0452

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Dai, M.Si., Apt. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dunia olahraga modern tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, dan profesionalisme.

"Prestasi olahraga harus dibangun di atas fondasi karakter yang kuat. Integritas, sportivitas, dan semangat kolaborasi menjadi modal utama dalam mencetak sumber daya manusia olahraga yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter serta kesiapan menghadapi dinamika industri olahraga yang terus berkembang. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menumbuhkan semangat team sports sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas olahraga Indonesia.

Dalam paparannya, Gatot S. Dewa Broto menegaskan bahwa masa depan olahraga Indonesia harus dibangun di atas komitmen terhadap nilai kejujuran dan kompetisi yang bersih.

"Prestasi yang diraih tanpa pelanggaran doping akan memberikan kebanggaan yang sesungguhnya, baik bagi atlet maupun bangsa. Budaya clean sport harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga," jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Islah Shalihudin membagikan pengalaman sebagai pelatih dalam membina atlet hingga mampu meraih prestasi melalui proses latihan yang disiplin, konsisten, serta berlandaskan nilai-nilai sportivitas. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan praktik agar siap menjadi sumber daya manusia olahraga yang unggul.

Di sisi lain, Suharyanto menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, organisasi olahraga, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, profesional, dan berdaya saing. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi bagi kemajuan olahraga Indonesia.

Diskusi yang berlangsung interaktif memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai tantangan dunia kerja, perkembangan industri olahraga, hingga peluang berkarier sebagai tenaga pendidik, pelatih, pengelola organisasi olahraga, maupun praktisi di bidang sport science.

Ketua Program Studi PJKR FKIP UM Indonesia Dr. Aridhotul Haqiyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan KKL tahun ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif melalui pendekatan experiential learning. Mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga melihat secara langsung implementasi pembinaan atlet, mempelajari tata kelola organisasi olahraga, serta memperoleh wawasan dari para praktisi yang selama ini terlibat langsung dalam pengembangan olahraga nasional.

Melalui rangkaian KKL yang ditutup dengan Stadium General ini, mahasiswa PJKR UM Indonesia memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai sistem olahraga nasional, pentingnya integritas dalam meraih prestasi, serta tantangan profesionalisme di era industri olahraga modern. Bekal tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan daya saing untuk berkontribusi dalam memajukan olahraga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi PJKR FKIP Universitas Muhammadiyah Indonesia dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri olahraga. Melalui kolaborasi dengan institusi pembinaan atlet dan organisasi olahraga nasional, UM Indonesia terus memperkuat perannya dalam mencetak generasi pendidik, pelatih, dan praktisi olahraga yang berprestasi, profesional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. (*)

Humas UM Indonesia (UM.ID)

Mahasiswa-PJKR-UMI-Bekasi-Dalami-Sistem-Pembinaan-Atlet-Lewat-KKL-di-PPOP-DKI-Jakarta-3224211148