Boy Arnez, Bintang Timnas Voli Indonesia yang Ternyata Kuliah di UM Indonesia

Pencinta dunia voli tentu tak asing dengan nama Boy Arnez Farabi. Ia merupakan salah satu bintang timnas voli Indonesia yang sering mengharumkan bangsa di kancah internaisonal. Ternyata, Boy Arnez adalah salah satu mahasiswa Program Studi PJKR UM Indonesia (UNISMA Bekasi). Ia menjalani perannya sebagai atlet voli nasional sekaligus mahasiswa dengan dukungan lingkungan yang memungkinkan keduanya berjalan beriringan.


Berasal dari Rantauprapat, Boy telah mengenal olahraga voli sejak usia dini karena latar belakang keluarganya. “Awalnya saya dari keluarga voli, ayah saya pelatih, jadi dari kecil sudah kenal voli,” ujarnya.


Karier profesionalnya dimulai sejak bergabung dengan klub Lavani di usia 18 tahun. Sejak itu, ia aktif mengikuti berbagai kompetisi nasional hingga internasional seperti SEA Games, Sea V League, AVC, hingga Asian Games.


Sebagai outside hitter, Boy memiliki peran penting sebagai penyerang utama dalam tim. Ia mengaku pengalaman paling berkesan terjadi saat menghadapi situasi krusial di pertandingan. “Yang paling berkesan itu momen-momen krusial, karena harus fokus dan tanggung jawab lebih,” ungkapnya.


Di tengah jadwal latihan yang padat, Boy tetap melanjutkan pendidikan. Ia menilai lingkungan kampus menjadi faktor penting dalam mendukung keseimbangan antara akademik dan karier olahraga.


“Kalau ada dukungan dari kampus, atlet bisa tetap kuliah dan kampus juga mendapat promosi, jadi saling menguntungkan,” ujarnya.


Meski harus menjalani latihan intensif hampir setiap hari, ia tetap berusaha menjalankan keduanya secara seimbang. “Pastinya susah, karena harus latihan pagi sore dari Senin sampai Sabtu, jadi harus pintar mengatur waktu,” katanya.


Menurutnya, komunikasi menjadi kunci utama. “Tipsnya sering komunikasi dengan dosen, biasanya saya kuliah online atau langsung komunikasi untuk tugas,” tambahnya.


Dukungan lingkungan akademik di UM Indonesia (UNISMA Bekasi) menjadi salah satu faktor yang membantu mahasiswa berprestasi tetap berkembang tanpa harus meninggalkan pendidikan.


Ke depan, ia berharap dapat terus berprestasi di tingkat internasional sekaligus menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
Abidin Nurfaizi/Ratih Firdiyah (ed)